Merak — Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap 8 Juni, PT Pelayaran Surya Timur Line (STL) Group menggelar simulasi keadaan darurat (Emergency Drill/Muster Drill) di atas Kapal Eirine, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapten Kapal Eirine, Sudi Prasetyo, tersebut melibatkan seluruh Anak Buah Kapal (ABK), kru operasional, serta penumpang pengguna jasa transportasi laut sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya keselamatan pelayaran.
Simulasi dilaksanakan di area muster station atau titik kumpul penumpang dengan skenario penanganan keadaan darurat di atas kapal. Seluruh peserta tampak mengikuti prosedur keselamatan secara tertib sesuai standar keselamatan pelayaran nasional maupun internasional.
Dalam pelaksanaan simulasi, seluruh peserta diwajibkan mengenakan rompi pelampung (life jacket) berwarna oranye sebagai bagian dari prosedur evakuasi dasar. Sementara sejumlah kru dan petugas operasional turut menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa helm keselamatan untuk mendukung penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Kapten Kapal Eirine, Sudi Prasetyo, mengatakan latihan tersebut merupakan program rutin perusahaan untuk memastikan kesiapan kru dan penumpang dalam menghadapi situasi darurat selama pelayaran.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap pelayaran. Melalui latihan ini kami ingin memastikan kru memahami tugas masing-masing dan penumpang mengetahui titik kumpul serta cara menggunakan alat keselamatan dengan benar,” ujar Sudi.
Simulasi mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengarahan prosedur keselamatan, penggunaan jaket pelampung, pengenalan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul penumpang, hingga koordinasi antarkru dalam penanganan keadaan darurat.
Tidak hanya kru kapal, anak-anak dan keluarga penumpang juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut guna meningkatkan pemahaman keselamatan sejak dini.
Pelaksanaan emergency drill ini juga menjadi bentuk kepatuhan perusahaan terhadap standar keselamatan internasional yang diatur oleh International Maritime Organization (IMO), termasuk ketentuan SOLAS (Safety of Life at Sea) Chapter III mengenai peralatan dan pengaturan keselamatan jiwa di laut.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mengacu pada ketentuan STCW Convention terkait kompetensi awak kapal dalam penanganan keadaan darurat serta manajemen penumpang di kapal.
Di tingkat nasional, pelaksanaan simulasi merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang mewajibkan setiap kapal memenuhi persyaratan keselamatan serta memastikan kesiapan awak kapal dan peralatan keselamatan.
Salah seorang penumpang, Riyan, mengaku kegiatan tersebut memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai prosedur keselamatan di atas kapal.
“Kami jadi tahu cara menggunakan pelampung, memahami jalur evakuasi, dan mengetahui titik kumpul jika terjadi keadaan darurat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi penumpang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Surya Timur Line, Erwin Risahondua, menegaskan bahwa keselamatan merupakan komitmen utama perusahaan dalam memberikan pelayanan transportasi laut.
“Emergency drill ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten di seluruh armada. Keselamatan harus menjadi budaya kerja bersama,” ujarnya.
Menurut Erwin, latihan keselamatan yang dilakukan secara berkala merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan operasional sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut.
Momentum Hari Laut Sedunia 2026, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat kesadaran seluruh insan maritim terhadap pentingnya keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, serta budaya keselamatan dalam industri transportasi laut Indonesia.


